1. PENDAHULUAN

Jambu Kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, diketemukan pada tahun 1991 di district Kao Shiung. Diperkenalkan di Indonesia oleh Misi Teknik Taiwan pada tahun 2001, di lokasi ADS Cikarawang, Kebun Sindang Barang Loji dan Farmer Market University Farm IPB banyak dibudidayakan jambu ini.

Jambu biji kristal mempunyai bentuk buahnya bulat agak gepeng, pada permukaan buah ada tonjolan yang tidak merata, daging buahnya renyah, biji di dalamnya sangat sedikit (seedless), dan presentasi berbuah lebih tinggi dibandingkan buah tanpa biji lainnya.

 

Pada musim panas mutu buah lebih bagus, tetapi mudah terserang penyakit sehingga perawatan akan lebih mahal dan hasil produksinya juga tidak sebaik varietas berbiji lainnya.

2. IKLIM DAN TANAH

Jambu biji bisa berbuah sepanjang tahun, tumbuh diketingggian di atas 1000 meter dari permukaan air laut (mdpl). Pada suhu dibawah 15 oC perumbuhan tanaman akan menjadi lambat, daun bisa terluka menjadi merah gelap.

Curah hujan yang paling cocok adalah berkisar antara 1000 - 3000 mm/th, pada daerah dengan curah hujan kurang atau tidak merata memerlukan pengairan. pH tanah yang paling cocok berkisar 5.5 - 6.5, jika dibawah 4.0 pertumbuhan tanaman tidak bagus.

Tanah yang paling ideal adalah tanah yang lapisan atasnya tebal dan dalam, pembuangan air (run off) harus lancar dan kaya akan bahan organik.

 

3. PEMBIBITAN

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, stek, cankok, okulasi, maupun persilangan. Langsung tanam biji umum digunakan untuk pembibitan dan stek, okulasi jarang digunakan. Perbanyakan vegetatif yang paling umum adalah stek, metode cangkok batang, metode okulasi pucuk, metode tempel (persusuan) dan lain lain. Cangkok batang dan persusuantanah selain lebih cepat juga prosentase keberhasilannya jauh lebih tinggi, serta biaya lebih murah.

4. BUDIDAYA

1. Pemilihan dan Pengolahan Lahan

Jambu biji mudah beradaptasi, namun untuk pertimbangan ekonomis, pilih lokasi dengan sinar matahari dan pengairan yang cukup, pembuangan air (run off) lancar, keadaan permukaan tanah yang akan diolah rata serta kaya akan bahan organik. Untuk menghindari pembuangan air yang tidak baik, bisa dibuat got disamping tanaman atau membuat bedengan dengan meninggikan tanah supaya tanaman tidak tergenang air.

Untuk memperbaiki pembuangan air dan sirkulasi udara pada tanah, dapat digunakan traktor untuk menghancurkan lempengan tanah yang keras dan membalik tanah. Untuk menambah unsur organik tanah dapat digunakan ampas tebu. Untuk menetralkan pH tanah dapat digunakan kapur pertanian. Pada tanaha ber pH 4,0 dibutuhkan kapur pertanian sebanyak 2500 kg/ha, tanah ber pH 5,0 dibutuhkan kapur pertanian sebanyak 1500 kg/ha, tanah ber pH 5,5 dibutuhkan kapur pertanian sebanyak 1000 kg/ha, tanah terus dinetralkan selama 2 tahun. Jika tanah berpasir kapur pertanian agak dikurangi, jika tanah liat kapur pertanian ditambah.

Bunga Jambu Kristal

2. Penanaman

Jarak tanam antar baris sebaiknya agak lebar, kira-kira 3,5 m - 4 m, jarak tanam antar pohon 2,7 m - 3,6 m. Pilih bibit dari varietas murni, akar tumbuh sempurna dan tidak berpenyakit. Didaerah yang sering tergenang air, usahakan jangan ditanam di musim hujan. Dasar lubang tanam diberi pupuk organik dan dicampur dengan pupuk kimia.

Setelah bibit ditanam permanen, tanaman diikat dengan penyangga untuk menghindari angin kencang yang bisa membuat penyambungan batang tanaman patah, akar terluka, dan roboh.

Pada pohon yang masih terlalu muda jika tunas air tumbuh pada batang bawah dan berbunga harus segera dihilangkan, karena jika sampai tunas air tumbuh menjadi besar dan bunga menjadi buah akan mempengaruhi pertumbuhannya.

3. Pemeliharaan

3. 1. Penyiangan Gulma dan Pengguludan Tanah

Gulma adalah tanaman pengganggu jika dibiarkan tumbuh dan tidak dibuang akan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman utama, untuk itu Penyiangan gulma penting dilakukan pada saat tanaman belum tumbuh besar dan seterusnya setiap 1 bulan sekali atau sesuai dengan keadaan, karena tanaman jambu biji berakal dangkal maka untuk membuang gulma disekitar tanaman dengan menggunakan cangkul atau kored harus hati hati karena bisa melukai perkembangan akarnya. Setelah gulma dibersihkan sebaiknya tanah disekitar tanaman ditaikan atau diguludkan supaya perkembangan akar menjadi baik dan jika turun hujan besar terus menerus tanaman tidak tergenang air.

3. 2. Pemupukan

Pemupukan tanaman harus rutin dilakukan dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 100 gr/pohon/bulan, sedangkan pupuk organik (kompos) diberikan setiap 4-6 bulan sekali sebanyak 10-15 kg/pohon.

Buah Jambu Kristal yang masih Mentil

Ukuran buah Jambu Kristal yang siap sudah dibungkus dengan Spon Net dan Plastik warna putih

 

3. 3. Pemangkasan

Pemangkasan tanaman mulai dilakukan pada usia tanaman sekitar satu tahun yang bertujuan untuk pembentukan pohon. Pilih 3-4 cabang yang akan dijadikan cabang utama untuk diarahkan ke semua arah supaya bentuk pohon menjadi bagus dan cabang yang lain dibuang. Sedangkan untuk tanaman yang sudah berproduksi, yang usia tanaman sudah lebih dari 2 tahun pemangkasan pohon dilakukan bertujuan untuk pemerataan pertumbuhan batang dan daun supaya tidak saling bertumpukan serta merata dalam penerimaan cahaya matahari. Selain itu untuk mempertahankan tinggi tanaman tidak lebih dari 2 meter supaya mempermudah dalam pemeliharaaan serta dalam pembungkusan buah. Pemangkasan dilakukan terutama terhadap tanaman yang tumpang tindih, cabang yang saling berlawanan, cabang yang tumbuh lurus ke atas, cabang yang mengarah kebawah (tanah), cabang yang berpenyakit, dan cabang yang terlalu panjang.

Khusus untuk bibit tanaman yang berasal dari hasil sambung pucuk, setiap cabang atau tunas yang tumbuh di bawah sambungan harus selalu dibuang karena kalau dibiarkan dapat mengganggu pertumbuhan dan bisa tumbuh dominan yang dapat mengalahkan batang tanaman atas (utama).

Buah Jambu Kristal di bungkuis dengan spon net dan plastik

3. 4. Pembungkusan dan Seleksi Buah

Buah yang tumbuh di pohon tidak semua harus dipertahankan, buah yang terlalu banyak akan tumbuh kecil, kulit buah mengkilat, dan mutu buah jelek. Jadi pada prinsifnya setiap cabang hanya 1-2 saja yang dipertahankan, buah yang kelihatan tidak bagus, yang terluka, dan yang sudah terkena hama atau penyakit harus segera dibuang.

Pembungkusan buah dilakukan untuk mengurangi resiko serangan hama serta warna kulit buah supaya bagus. Ukuran buah yang ideal untuk dilakukan pembungkusan berkisar diameter antara 2,5-3 cm. Bahan yang digunakan untuk pembungkusan buah adalah spon net dan plastik atau bisa juga menggunakan kertas dan plastik tetapi kelemahannya sulit untuk melihat kematangan buah.

Jambu kristal diberi Spon Net dan Plastik untuk mengurangi resiko serangan hama serta warna kulit buah supaya bagus

Jambu Kristal

4. PANEN

Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari, hindari panen di sore hari. Pada pagi hari dapat melihat dengan jelas warna buah, kristeria buah yang siap dipanen adalah warna kulit buah kelihatan hijau keputih-putihan , biasanya sekitar 2 bulan setelah pembungkusan . Buah yang dipetik jangan samapi terbentur, terluka, tertindih atau langsung kena sinar matahari.

Bibit tanaman dan Buah jambu biji kristal ini dijual untuk umum. Buah yang kualitas grade (A) dijual dengan harga kemas Rp. 29.000/Kg, harga curah 28.000/Kg, yang kualitas grade (B) harga kemas Rp. 26.000/Kg, harga curah 18.500/Kg, dan yang kualitas (C) dijual dengan harga curah Rp. 13.000/Kg. dan untuk bibit tanaman dari hasil cangkok dijual dengan harga Rp. 35.000/pohon sedangkan hasil dari sambung pucuk dijual dengan harga Rp. 25.000/pohon. Untuk pemesanan silahkan menghubungi :

Untuk yang di ADS Cikarawang ke Sdri. Titin Suryaningsih di nomor Telp. Office (0251) 8425627/ Hp. 085213627080. Untuk yang di Farmer Market ke Sdr. Nurjatnika di nomor Telp. Office (0251) 8628060/Hp. 089678982999.

 

{jcomments on}

 

Fotografer: Anita Handayani

Penulis: Anang Sumarna