Saya, penulis dan fotografer, Anita Handayani di depan banner Welcome Presiden Namibia di IPB

 

Presiden Namibia Hage Gottfiried Geingob mengunjungi ADS Cikarawang IPB pada tanggal 30 Agustus 2018. 

Presiden Namibia Hage Geingob mengunjungi Indonesia mulai 29 Agustus hingga 1 September 2018. Kedatangan Geingob ke Indonesia untuk membahas kerja sama dalam bidang ekonomi, infrastruktur, hingga penandatanganan MoU terkait kelautan dan perikanan.

Presiden Namibia Hage Gottfiried Geingob  melakukan kunjungan ke IPB untuk melihat bagaimana kerjasama di bidang pertanian. Presiden Hage Geingob tertarik untuk melihat inovasi yang telah berhasil diciptakan IPB di bidang pertanian sebagai cerminan pertanian Indonesia yang diajaknya bekerja sama.

Kunjungan Presidan Namibia Hage Gottfiried Geingob

Tanaman Hidroponik, Jambu Mutiara dan Jambu Kristal

Tanaman Hidroponik

Tanaman Hidroponik Sayuran

Mini Expo

Produk Buah IPB

Produk Sayuran IPB

Produk Organik Sayuran IPB

Minuman Ekstrak Buah Naga dan Lidah Buaya Produk IPB

Produk dari Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB

Produk dari Kulit Ikan

Produk Biomaterial Perikanan IPB

Mesin Panrita dari Perikanan IPB

Produk dari Fakultas Peternakan IPB

Produk dari Fakultas Peternakan IPB

Produk dari Fakutas Peternakan IPB

Leaflet

Berbagai inovasi pertanian IPB dipamerkan dalam mini expo antara lain inovasi dari Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta produk sayur hingga buah-buahan organik. Varietas padi unggul yang dicetuskan oleh salah satu dosen dari Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH), Faperta IPB, Dr. Hajrial Aswidinnoor juga ditampilkan dalam mini expo tersebut. Yakni padi varietas IPB 3S, IPB 4S, IPB Batola 6R, IPB Batola 5R, IPB 2R Bakumpal, dan IPB Kapuas 7R. Varietas padi tersebut telah teruji tahan terhadap tungau.

Varietas Padi IPB

Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan IPB ikut serta menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian serta perikanan. Inovasi yang ditampilkan merupakan produk unggulan yang berhasil diciptakan IPB seperti Clarias Catfish Oil cetusan Prof. Clara M Koesharto dan tim yang berasal dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, Kentang Jala Ipam cetusan Prof. Suharsono dan tim dari Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati & Bioteknologi (PPSHB) IPB. Kentang ini merupakan kentang yang digunakan sebagai bahan baku french fries pertama di Indonesia.

Inovasi di bidang perikanan dan ilmu kelautan juga ikut memeriahkan mini expo yang digelar di meeting room ADS IPB. Tidak hanya produk pertanian yang dapat dikonsumsi saja, alat tangkap rumpon portable buatan Dr. Roza Yusfiandayani dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan pun diperkenalkan pada rombongan Presiden Hage Geingob. Tidak hanya itu, Presiden Hage Geingob sangat tertarik dalam bidang akuakultur. Sehingga, berbagai produk di bidang akuakultur juga dipaparkan dalam mini expo ini

Alat tangkap rumpon portable buatan Dr. Roza Yusfiandayani dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Bu Iis Syarifah sedang memandu Presidan Namibia Hage Gottfiried Geingob

 Dr. Roza Yusfiandayani dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan penemu Alat tangkap rumpon portable

Pejabat IPB yang menyambut kedatangan residan Namibia Hage Gottfiried Geingob

Pejabat yang menyambut kunjungan Presidan Namibia Hage Gottfiried Geingob

Kantor Unit Science and Techno Park IPB

Pak Dwi Guntoro dan Pak Tri Prartono

Ketua dan Wakil Ketua kantor Unit Science and Techno Park IPB

Pak Agus Purwito, Pak Arief Daryanto, Ibu...

Tamu dari Namibia

Mobil Tamu Negara Presidan Namibia Hage Gottfiried Geingob

Mobil Presidan Namibia Hage Gottfiried Geingob

 

 Penulis : Anita Handayani
Fotografer : Anita Handayani dan Anang Sumarna